Jakarta, CNN Indonesia --
Pria korban penyiraman air keras sepulang Salat Subuh dari Masjid di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) meninggal dunia.
Korban yang sempat menjalani perawatan intensif tersebut merupakan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Bekasi.
"Tri Wibowo Staf PC KEP (Kimia, Energi dan Pertambangan) KSPSI Kabupaten Bekasi yang menjadi korban penyiraman air keras di Bekasi wafat pagi ini akibat pendarahan pasca operasi pencangkokan kulit," ujar Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengutip detikcom, Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi mengatakan keluarga korban meminta untuk kasus tersebut diusut tuntas.
Sebelumnya, Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni mengatakan para pelaku melakukan aksi tersebut karena sakit hati dan dendam.
"Motif sakit hati dan dendam terhadap korban," ujar Kombes Sumarni kepada wartawan, Sabtu (4/4).
Tiga pelaku penyiraman air keras ini berinisial PBU (30), MSNM (29), dan SR (24). Sumarni mengatakan pelaku mengaku sakit hati kepada korban karena merasa direndahkan dengan pekerjaannya sebagai ojek online (ojol).
Polisi telah menetapkan ketiga pelaku tersebut menjadi tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 469 ayat 1 KUHP dan Pasal 470 KUHP.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
7













































