Sleman, CNN Indonesia --
Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) memperoleh Kenaikan Pangkat Luar Biasa alias KPLB.
Farizal yang berpangkat praka saat bertugas gugur akibat terkena serangan mortir Israel yang mengarah ke posjaga UNIFIL, dekat Adchit Al Qusayr, Minggu (29/3) waktu setempat.
"Yang bersangkutan dinaikkan pangkat KPLB, dari pangkat Praka menjadi Kopral Dua, Kopda," kata Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera di rumah duka almarhum Farizal, Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Kamis (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dimar, jenazah Farizal juga memperoleh hak untuk dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) yang berlokasi di Giri Peni, Wates, Kulon Progo.
Bagaimanapun, Dimar menekankan bahwa TNI tidak memaksakan kehendak apabila jenazah almarhum dikebumikan di lokasi pemakaman umum sesuai kesepakatan keluarga.
Dimar sendiri, sesuai rencana keluarga akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nambangan, Ledok dekat pusara sang kakek.
"Tetapi kita mengimbau dan menyarankan ini demi kehormatan dan simbol negara, ini juga menjadi sampel, contoh, edukasi, motivasi buat masyarakat, termasuk juga bagi keturunan dan keluarga anak-anaknya nanti," ujar Dimar.
"Karena tentunya ketika dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan itu telah memenuhi banyak kriteria. Kemudian di situ juga akan tentu diperhatikan juga bagi keluarga dan anak-anaknya nanti," pungkasnya.
Sebelumnya, PBB memberi santunan ke ahli waris TNI yang bertugas di UNIFIL usai tewas dalam serangan Israel pekan ini.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan Indonesia menjamin seluruh hak dan masa depan prajurit yang tewas dalam bertugas di UNIFIL. Dia mengungkapkan total santunan mencapai Rp1,8 miliar.
"Akan diberikan KPLB [Kenaikan Pangkan Luar Biasa] kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak yang lain dari ASABRI (asuransi) mungki Rp350 juta akan diberikan," kata Agus di Cimahi, Jawa Barat, pada Rabu (1/4).
Agus juga menjelaskan Indonesia memberi beasiswa pendidikan sebesar Rp30 juta bagi anak almarhum, dengan komitmen pengawalan proses sekolah hingga dewasa.
Lebih lanjut, dia menerangkan TNI akan memberi gaji penuh sebesar 100 persen selama 12 bulan ke depan ditambah tabungan hari tua selama bertugas.
Secara lebih rinci, santunan tersebut berasal dari beberapa pos di antaranya tabungan asuransi sebesar Rp16.285.700, beasiswa per anak Rp30 juta, santunan risiko kematian khusus Rp450.000.000 (450 juta), dan dana perawatan jenazah (watzah) Rp7.500.000.
Selain itu, ada pula Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat (TWP AD) Rp20.902.536 (20 jutaan), personal accident Rp10.000.000 (10 juta), dan santunan kematian dari PBB sebesar Rp1.200.000.000 (1,2 miliar).
Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL tewas gegara serangan Israel ke Lebanon. Mereka adalah Praka Fahrizal Rhomadhon yang gugur gegara ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr, Minggu (29/3) waktu setempat.
Dua anggota TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan yang gugur imbas ledakan di dekat Bani Hayyan pada Senin (30/3) waktu setempat.
Sejak awal Maret, Israel menggempur habis-habisan Lebanon terutama Lebanon selatan dengan dalih menargetkan aset Hizbullah. Milisi ini tak tinggal diam. Mereka turut meluncurkan serangan ke Israel.
(kum/ugo)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
5
















































