Tangerang, CNN Indonesia --
Hewan laut seperti ikan, kerang, dan udang di perairan bagian utara Kabupaten Tangerang, Banten, diduga mati akibat tercemar residu kimia yang terbawa aliran Sungai Cisadane.
Sebagai informasi, pencemaran aliran Sungai Cisadane berasal dari residu kimia gudang pestisida yang terbakar di Tangerang Selatan awal pekan ini. Dampak pencemaran bahan kimia itu diduga terbawa aliran sungai hingga ke wilayah pesisir Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga sampai Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Tangerang, Rosita mengatakan, cemaran kimia itu telah berdampak kepada hewan laut sejak Kamis (12/2) dan masih berlangsung selama beberapa hari setelahnya.
Menurutnya, tambak kerang dan udang milik nelayan yang berada dekat garis pantai menjadi area paling terdampak. Akibatnya, banyak budidaya laut yang terpaksa dibuang karena diduga terkontaminasi bahan kimia.
"Kalau di pinggir-pinggir itu tambak nelayan, satu nelayan itu hampir dua bak lebih tangkapannya yang terbuang," ujar Rosita, Sabtu (14/2).
Bukan hanya berdampak pada tambak kerang dan udang, cemaran kimia itu juga diindikasi meracuni ikan laut yang berada di sekitar bibir pantai.
Rosita menyebut kondisi air laut juga tampak mengalami perubahan seperti berminyak dan bercampur partikel yang menempel. Akibat kondisi itu, banyak nelayan yang memilih tak melaut lantaran khawatir hasil tangkapannya itu tercemar bahan kimia.
"Kita takutnya karena tidak layak konsumsi ya nanti kita disalahkan masyarakat. Sudah tahu ikan kena limbah kenapa diambil," jelasnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono mengimbau agar masyarakat pesisir untuk tidak mengonsumsi dan menjual ikan yang ditemukan mati di sekitaran pantai.
"Kami mengimbau kepada nelayan kita dan tentunya jangan sampai yang dekat-dekat pinggir pantai untuk mencari ikannya," kata Rudi.
Rudi menuturkan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium pengujian sampel air Sungai Cisadane yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang.
Di samping itu, Rudi menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Penguji Kesehatan Ikan dan Lingkungan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Dan untuk saat ini, kami sama-sama masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sekarang sekitar 10 hari lagi hasilnya keluar," jelasnya.
(dod/kid)

15 hours ago
14
















































