Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah ruas jalan di sekitar Jalan Veteran dan Jalan Merdeka Utara mulai mengalami penyesuaian hingga penutupan lalu lintas sejak Selasa (11/8) seiring dimulainya rangkaian persiapan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penutupan tersebut diperlukan untuk mendukung persiapan dan latihan bersama yang mulai dilakukan di Istana. Pemerintah meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak penyesuaian lalu lintas tersebut.
"Kami ingin menyampaikan permohonan maaf kalau mulai pagi hari ini tadi dan mungkin sampai beberapa hari ke depan di beberapa ruas jalan, (Jalan) Veteran maupun di (Jalan) Merdeka Utara, mungkin akan ada penyesuaian atau penutupan-penutupan lalu lintas. Jadi kami mohon maaf kepada seluruh pengguna jalan, kepada seluruh masyarakat," ujar Prasetyo di halaman Istana Merdeka, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prasetyo mengatakan persiapan upacara kini memasuki tahap latihan bersama setelah sebelumnya masing-masing tim berlatih secara terpisah. Tim upacara, Paskibraka, dan tim lainnya mulai melakukan penyesuaian bersama di Istana.
"Jadi hari ini, 11 Agustus 2026, hari Selasa. Kita sudah mulai untuk persiapan gladi-gladi meskipun masih parsial ya, masih terpisah-pisah. Setelah masing-masing tim selama beberapa waktu terakhir berlatih sendiri. Jadi tim upacara berlatih sendiri, paskibraka berlatih sendiri, kemudian hari ini sudah mulai kita latihan bersama di Istana," kata Prasetyo.
Ia mengatakan latihan pada hari ini masih berupa penyesuaian awal sehingga belum banyak koreksi yang dilakukan. Pemerintah akan memasuki tahapan gladi kotor mulai Rabu (12/8) yang akan digunakan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut.
"Kan (gladi kotor) ini baru penyesuaian awal ya. Kalaupun ada koreksi belum terlalu banyak. Jadi mulai besok akan ada gladi kotor. Nanti di situ baru mulai kita akan lebih dalam lagi untuk mungkin melakukan perbaikan-perbaikan. Kalau sekarang masih belum, kalau untuk hari ini belum," ujarnya.
Selain persiapan teknis upacara, pemerintah juga menambah kapasitas undangan masyarakat untuk menghadiri peringatan HUT RI di Istana. Penambahan dilakukan setelah jumlah pendaftar jauh melampaui kapasitas awal yang disediakan.
Prasetyo mengatakan selama lima hari masa pendaftaran, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 336 ribu orang. Angka tersebut jauh di atas kapasitas awal yang hanya sekitar 5.500 undangan.
"Selama kemarin kami koreksi, bukan empat hari, tapi selama lima hari masa pendaftaran itu totalnya kurang lebih di atas 336 ribu pendaftar gitu. Yang sebenarnya kapasitas yang memungkinkan kan hanya 5.500, tapi kami pastikan ada penambahan 3.400 kursi lagi gitu," kata Prasetyo.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah akan menyediakan satu blok baru yang dapat menampung sekitar 3.400 orang. Para undangan nantinya dibagi dalam dua sesi, yakni upacara pagi dan acara penurunan bendera pada sore hari.
Selain kuota undangan, pemerintah juga mempertimbangkan penyediaan area bagi masyarakat yang tidak memperoleh undangan tetapi ingin menyaksikan rangkaian acara dari luar pagar Istana.
"Tadi juga ada rencana mau mungkin ada penambahan tenda, tetapi bukan untuk undangan. Mungkin kami akan siapkan untuk mengakomodasi saudara-saudara kita banyak juga yang ikut nonton di luar pagar Istana," ujar Prasetyo.
Ia mengatakan area tersebut akan disiapkan agar masyarakat yang menyaksikan acara dari luar kawasan Istana tetap memiliki tempat yang lebih representatif.
"Jadi kami tadi cek lapangan mungkin supaya menontonnya juga lebih enak, kami akan coba siapkan tempat yang lebih representatif," katanya.
(del/gil)

3 hours ago
6















































