Polisi Periksa EO dan MC Usut Challenge Hafalan Al-Qu'ran Demi Miras

5 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak penyelenggara/event organizer (EO) dan pemandu acara (MC) terkait kegiatan promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan Al-Qur'an di festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan dijadwalkan pada Selasa (11/8) hari ini di Polres Metro Jakarta Utara.

"Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara," kata Budi saat dikonfirmasi, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pemeriksaan itu, Budi menyebut penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah ada unsur pidana atau tidak dalam peristiwa tersebut.

"Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara," ucap dia.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan pihaknya juga membuka ruang bagi pihak yang merasa dirugikan akibat peristiwa itu untuk membuat laporan polisi.

"Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, acara promosi diduga minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan Al-Qur'an mendadak viral di media sosial.

Peristiwa viral itu diketahui terjadi di salah satu booth sponsor dalam festival musik The Sounds Project yang digelar akhir pekan lalu, Minggu (9/8), di Jakarta. Festival musik itu sendiri berjalan selama tiga hari pada akhir pekan lalu di Ancol, Jakarta Utara, yakni 7-9 Agustus 2026.

Dalam video viral, pengunjung merekam momen sebuah booth produk miras yang gelar tantangan (challenge) hafalan salah satu surah dalam kitab suci Al-Qur'an yakni Ad-Duha bagi pengunjung, dengan imbalan diduga sebotol miras yang dipromosikan.

Unggahan tersebut menuai gelombang kritik netizen yang menilai aksi pemasaran tersebut sama sekali tidak memiliki etika dan adab.

Majelis Ulama Islam (MUI) Pusat menegaskan tindakan itu tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun, terutama agama.

Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh menyatakan gimik pemasaran yang memadukan ayat suci Al-Qur'an dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku.

"Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegas Niam, Senin (10/8) malam dikutip dari laman resmi MUI.

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur'an merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi.

Sementara itu, pada unggahan di akun media sosial Instagram resmi The Sounds Project, pada Selasa (11/8), penyelenggara acara yang terdapat booth sponsor itu pun buka suara.

"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram The Sounds Project.

Penyelenggara mengonfirmasi video viral itu terjadi di salah satu booth sponsor festival musik tersebut, dan terjadi pada Minggu (9/8) kemarin.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," kata penyelenggara festival.

"Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara," imbuhnya.

Selain itu, MC di booth sponsor The Sounds Project yang terdapat challenge hafalan Ad-duha demi imbalan sebotol minuman itu telah meminta maaf secara terbuka.

Hal itu disampaikan lewat akun media sosial Threads, aqueer_, yang dimiliki Revnaldo Ega.

"Saya Ega, selaku MC booth Newport pada Minggu, 9 Agustus 2026, memohon maaf atas kejadian yang terjadi saat acara berlangsung," kata dia, dikutip Selasa pagi ini.

"Kejadian tersebut merupakan aksi spontan audiens dan tidak terkait dengan pihak Newport. Saya mengakui kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menjadikannya pembelajaran untuk lebih sigap dan bertanggung jawab ke depannya," imbuhnya, "Mohon maaf atas kegaduhan yang terjadi."

Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari pihak sponsor booth Newport tersebut.

(dis/kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |