Jakarta, CNN Indonesia --
Seluruh--dari delapan--korban helikopter jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) telah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.
Selanjutnya kantong-kantong jenazah berisi jasad para korban itu diterbangkan bertahap ke rumah sakit rujukan di Pontianak, Kalimantan Barat.
Helikopter Super Puma dari Lanud Supadio dikerahkan untuk mempercepat proses pemindahan jenazah dari posko di lapangan Yonif 642, Sanggau ke Pontianak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan menuju titik penjemputan di Lapangan Yonif 642 menempuh waktu sekitar 45 menit. Selanjutnya, seluruh korban diterbangkan menuju Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara di Pontianak untuk penanganan lebih lanjut.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah berhasil menurunkan semua jenazah korban dari lokasi helikopter jatuh di puncak bukit menuju Posko Lapangan SAR di Sanggau pada Jumat subuh, sekitar pukul 05.00 WIB.
Setibanya di posko, delapan jenazah dipindahkan ke ambulans pada pukul 05.52 WIB. Sebanyak delapan unit ambulans kemudian diberangkatkan menuju markas Yonif 642/Kapuas di Sanggau pada pukul 06.05 WIB dengan pengawalan ketat dari kepolisian.
Awalnya, seluruh korban direncanakan dibawa ke Pontianak melalui jalur darat dengan estimasi perjalanan sekitar 3 jam 30 menit. Namun, skema evakuasi diubah dengan memanfaatkan dukungan transportasi udara.
Identitas para korban
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub merilis identitas delapan korban helikopter jatuh tersebut. Salah satunya adalah warga negara (WN) Malaysia.
"Helikopter tersebut diawaki oleh 1 (satu) orang pilot, yaitu Capt. Marindra Wibowo, serta membawa 1 (satu) orang engineer Harun Arasyid dan 6 (enam) penumpang, yaitu: Mr. Patrick K. (WN Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito," demikian pernyataan Dirjen Hubud Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangannya, Jumat siang.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban," imbuhnya.
Selain itu, dia menerangkan Ditjen Hubud bersama AirNav Indonesia dan instansi terkait terus berkoordinasi dengan Basarnas serta pihak terkait setempat guna proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Dalam keterangan itu, Lukman membeberkan kronologi penerbangan helikopter sebelum hilang kontak hingga ditemukan jatuh di Sekadau pada Kamis (16/4) kemarin.
Helikopter EC 130 T2 dengan register PK-CFX itu dioperasikan oleh PT. Matthew Air Nusantara pada rute Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kemarin.
"Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 07.37 WIB untuk kemudian pada pukul 08.39 WIB terdeteksi mengirimkan sinyal darurat di wilayah hutan Kalimantan Barat," kata Lukman.
"Selanjutnya, pukul 09.15 WIB pesawat dinyatakan hilang kontak dan pada pukul 10.43 WIB AirNav Indonesia telah menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku," imbuhnya.
Kemudian, tim SAR gabungan pun dikerahkan pihak terkait termasuk Basarnas untuk mencari helikopter yang hilang kontak itu. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter, dan menemukan seluruh penumpang serta awak pesawat sudah meninggal dunia.
(kid/wis)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
5
















































