Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat, Sabtu (20/9).
Dari keterangan tertulis Kemenagri, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung keberhasilan pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua melalui pengembangan komoditas kakao dari hulu hingga hilir. Hilirisasi ini disebut memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Ribka mengatakan pengembangan komoditas kakao hingga menghasilkan produk bernilai tambah merupakan salah satu contoh nyata implementasi dana Otsus Papua yang tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang ditinjau adalah pabrik kakao di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.
Menurut Ribka keberhasilan Otsus harus dibuktikan melalui program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat peran orang asli Papua dalam pembangunan daerah.
"Pembuktian dari penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu memberdayakan orang asli Papua dan menggerakkan ekonomi daerah," kata Ribka.
Ribka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Melalui pengembangan kakao dari hulu hingga hilir seperti ini, kita ingin memastikan bahwa nilai tambah ekonomi dinikmati oleh masyarakat Papua sendiri," kata Ribka.
Ia menambahkan hal ini merupakan wujud semangat otonomi khusus yang sesungguhnya. Pemerintah menurutnya akan terus mendengar aspirasi masyarakat dan mendukung pengembangan komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan orang asli Papua.
(tim/tim)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
8
















































