Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak 316 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang mengubah skema distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Koordinator SPPG Kabupaten Tangerang Priyo Basuki mengatakan distribusi MBG yang sebelumnya diperuntukkan bagi siswa sekolah dialihkan kepada warga sekitar, santri pondok pesantren, dan penghuni panti asuhan.
Perubahan skema tersebut mulai diterapkan Senin (7/9) hingga pembelajaran tatap muka di sekolah kembali diberlakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena terlanjur pesan bahan baku jadi dialihkan untuk warga sekitar, panti asuhan dan agar relawan SPPG membawa pulang untuk dibagikan kepada sanak saudara dan tetangga," ujar Priyo saat diwawancarai.
Selain distribusi untuk siswa sekolah, pemberian MBG kepada kelompok penerima manfaat lainnya seperti lansia, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil juga dihentikan sementara.
"Dialihkan juga karena kita meminimalisir hal yang tidak diinginkan," kata Priyo.
Priyo menjelaskan, MBG yang disalurkan SPPG terdiri dari dua jenis, yakni makanan siap santap dan bahan makanan.
"Jadi dibagi dua, ada yang masak sebagian ada yang berupa bahan baku," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memberlakukan PJJ bagi seluruh satuan pendidikan mulai dari TK, SD hingga SMP menyusul meluasnya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
PJJ berlaku mulai Senin (7/9) hingga Rabu (9/9) bagi sekolah negeri maupun swasta. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3.5/3759/IX/Disdik/2026 tentang Imbauan dalam Antisipasi Keselamatan Warga Sekolah di Wilayah Kabupaten Tangerang.
"Melaksanakan PJJ mulai 7-9 September 2026. Seluruh Kepala TK, SD dan SMP agar mengimbau seluruh siswa, guru, dan staf memakai masker saat berangkat atau pulang dan beraktivitas di luar ruangan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Supriyadi.
Sementara itu Badan Gizi Nasional (BGN) telah memutuskan menyetop sementara penyaluran program MBG di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Sebab, sekolah penerima tengah diterapkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati mengatakan penyesuaian operasional MBG merupakan langkah yang diambil untuk memastikan pelaksanaan program tetap berjalan secara aman dan responsif terhadap kondisi kedaruratan di wilayah terdampak.
"Keselamatan peserta didik dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam penyesuaian operasional MBG. Ketika proses pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh, mekanisme pemberian MBG di sekolah juga perlu disesuaikan agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran, aman, dan selaras dengan kebijakan penanganan kondisi darurat," ujar Hida dalam keterangan tertulis pada Minggu (6/9).
(dod/wis)

3 hours ago
6














































