Kementerian HAM: Pembunuhan 3 ASN di Jayawijaya Sangat Keji

3 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI mengecam penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

KemenHAM menilai penembakan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) termasuk dalam kekerasan terhadap warga sipil serta bertentangan dengan penghormatan dan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). KemenHAM meminta pelaku penembakan segera ditangkap.

"KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum," ujar Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta dikutip Antara, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thomas mengaku belum dapat memastikan para korban merupakan agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB.

"Tapi yang pasti mereka adalah warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua. Pembunuhan terhadap warga sipil ini tidak bisa dibenarkan," lanjutnya.

KemenHAM mengimbau kepada masyarakat di Papua menahan diri serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

"Konflik ini tidak boleh mengorbankan warga sipil, serta meminta para pihak untuk sama-sama menahan diri," ujar Thomas.

Thomas mengingatkan penyelesaian kasus ini juga harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku dengan tetap memerhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Ia juga berupaya mendorong semua pihak agar lebih dulu mengutamakan keselamatan serta mencegah jatuhnya korban.

Sebelumnya, tiga ASN tewas ditembak diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap III Ndugam.

Penembakan terjadi ketika rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya berada di perjalanan pulang menuju Wamena usai mengantar bantuan pangan berupa ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima pada Rabu (9/9).

Ketika rombongan berada di Distrik Muliama, sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka diadang oleh sekelompok orang dan ditembak.

Identitas ketiga korban adalah Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Meha, dan Willi Mbuik. Salah satu jenazah dari ketiga korban, yakni Willi Mbuik dijadwalkan pulang ke kampung halamannya yaitu Kupang pada Jumat (11/9).

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan hingga kini tim masih menyelidiki identitas terduga pelaku yang terlibat.

(knf/isn)

Read Entire Article
Kasus | | | |