Aceh, CNN Indonesia --
Lubang raksasa di Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh semakin melebar dan kini jaraknya sekitar 500 meter dari permukiman warga.
Bahkan setiap hari terjadi longsor dan diameter lubang semakin lebar dan sudah memutus jalan antar desa di wilayah itu.
"Jalan kan sudah ada yang putus ini riskan sekali, kalau 500 meter lagi longsor ya masuk ke permukiman," kata Bupati Aceh Selatan Haili Yoga kepada wartawan, Rabu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya sudah menyurati Kementerian ESDM dan Pemerintah Pusat untuk menurunkan tim ahli untuk mengkaji lubang besar tersebut yang tiap hari terus bergerak longsor agar ada antisipasi dan tidak melebar lagi.
"Setiap hari memang semakin bergeser ini, maka harus ada kajian atau tenaga ahli yang mengkaji kenapa ini setiap hari terus longsor, ini kalau tidak diantisipasi itu nanti terbelah, ini semakin luas," katanya.
Pihaknya berharap pusat bisa menyiapkan bantuan relokasi permukiman warga serta memindahkan infrastruktur listrik seperti tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet), telekomunikasi dan pembangunan akses jalan aspal baru yang aman dari lubang raksasa tersebut.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh, Ikhlas tak menampik lubang raksasa yang menyerupai sinkhole itu terus melebar. Data terakhir, kata dia kini sudah seluas 30.172 m2 atau naik sekitar 2000 m2 dari data tahun 2022 yang seluas 28.000 m2.
"30 Mei 2022 kami memantau luasan gerakan tanah yaitu sebesar 28.000 m2 dan saat ini telah berkembang seluas 30.172 m2 yang telah mencapai badan jalan utama dan terus berkembang ke arah Tenggara," kata Ikhlas.
Menurutnya penyebab terjadinya longsor dikarenakan secara geologi daerah tersebut disusun oleh batuan vulkanik yang didominasi oleh tufa dan pasir yang mudah lepas serta adanya aliran air bawah tanah yang menggerus ditambah kondisi tebing longsor yang curam menyebabkan ketidakstabilan lereng.
"Apabila disertai curah hujan tinggi atau getaran akibat gempa bumi dapat menyebabkan gerakan tanah (longsor)," ucapnya.
Pihaknya sudah merekomendasikan agar masyarakat menghindari jalan dan daerah longsor serta memasang rambu peringatan rawan longsor. Kemudian untuk akses jalan agar didahului kajian geologi teknik. Serta menanam tanaman yang dapat menjadi penyangga atau tindakan struktur penguat tebing apabila memungkinkan.
(dra/dal)

3 hours ago
4

















































