PDIP Respons Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

5 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

PDI Perjuangan (PDIP) merespons rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut akan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus mengatakan partainya sudah tidak ada urusan dengan Jokowi sejak dipecat.

"Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi," kata Deddy saat dihubungi, Senin (15/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deddy mengatakan Jokowi bukan sosok baru bagi PSI. Menurut dia, keterkaitan Jokowi dengan partai itu sudah terlihat sejak lama.

"Memangnya dari dulu dia tidak di PSI, kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN," ujarnya.

Deddy mengatakan PDIP terus mengawasi gerakan PSI yang menurutnya berusaha membujuk kader-kader PDIP untuk masuk PSI di berbagai daerah.

Ia mengaku mendengar informasi adanya upaya membujuk kader PDIP mulai dari anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai.

"Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya," katanya.

Deddy mengaku tidak takut dengan langkah Jokowi dan PSI. Ia mengatakan pada Pemilu 2024 lalu, PSI tetap gagal masuk parlemen meski banyak mendapat keuntungan.

"Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen," katanya.

Deddy mengatakan PSI tidak hanya berupaya merekrut kader PDIP, tetapi juga kader dari partai-partai lain seperti NasDem, Demokrat, dan PAN.

Oleh karena itu, menurutnya, PSI akan berhadapan dengan banyak kekuatan politik sekaligus.

"Ingat, partai-partai lain pun akan berhadapan dengan mereka karena upaya untuk membajak kader partai-partai lain. Ini banyak sekali terlihat gejalanya, terutama di basis-basis Nasdem, Demokrat, dan PAN. Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan," katanya.

Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengungkapkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengenakan jaket PSI secara resmi sebagai Ketua Dewan Pembina partai tersebut.

Grace mengatakan PSI saat ini tengah mempercepat penyempurnaan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sebagai persiapan menjelang proses verifikasi partai.

"Jadi PSI secara nasional di semua provinsi DPW, agar melengkapi struktur sampai di tingkat desa dan kelurahan. Tidak hanya di NTT, jadi ini serentak di wilayah lain juga berlangsung karena kita tahun depan kita sudah masuk verifikasi, dan segera merampungkan agar Bapak Dewan Pembina bisa segera secara formal memakai jaket PSI dan ikut menyapa masyarakat," kata Grace saat kunjungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/6), seperti dikutip dari detik.

Menurut Grace, percepatan pembentukan struktur organisasi dilakukan agar roda partai dapat langsung bergerak ketika Jokowi resmi tampil sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

Ia menilai persiapan yang dilakukan pengurus PSI di NTT sudah berjalan baik. Namun, masih diperlukan sejumlah penyempurnaan sebelum kedatangan Jokowi ke daerah tersebut.

(yoa/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |