Jakarta, CNN Indonesia --
Polda Metro Jaya meningkatkan penjagaan setelah menggeledah sejumlah lokasi terkait penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara batu bara hingga Asabri.
Berdasarkan pantauan, satu unit mobil rantis disiagakan di pintu masuk kendaraan. Biasanya, tidak pernah ada mobil rantis yang disiagakan di lokasi itu.
Selain itu, pengetatan pengamanan juga terjadi di sekitar Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Terlihat sejumlah anggota Brimob yang dilengkapi senjata laras panjang berjaga di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pagi tadi, di pintu masuk utama atau khusus pejabat utama Polda Metro juga disiagakan satu unit mobil rantis, padahal di hari biasanya tidak ada. Namun, pada siang hari ini, mobil rantis itu sudah tak terlihat.
Penjagaan juga dilakukan saat mobil rantis yang membawa barang bukti hasil penggeledahan dari sebuah rumah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, Jawa Barat tiba Polda Metro Jaya.
Sejumlah personel Brimob tampak menjaga ketat proses pemindahan barang bukti dari mobil rantis ke Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Pengetatan pengamanan juga ditemukan di area Mabes Polri. Pantauan CNNIndonesia.com, penjagaan personel tampak bertambah di area masuk kendaraan dan pejalan kaki.
Sejumlah kendaraan taktis (rantis) lapis baja 'Todak' dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) juga terlihat bersiaga di titik-titik akses masuk. Biasanya mobil ini hanya berjaga di titik akses untuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dikonfirmasi terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan kehadiran mobil rantis dan penjagaan sejumlah personel merupakan hal yang normal dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
"Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri," tuturnya.
Sebelumnya, Kortastipidkor Polri bersama POlda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi terkait penanganan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan penggeledahan ini terkait penanganan tiga perkara.
"Penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian Asabri tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025," kata Totok, Rabu (8/7).
Secara total ada 12 lokasi yang digeledah oleh tim penyidik gabungan dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri.
Lokasi penggeledahan adalah PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah saudara MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan; kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan.
Kemudian Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan, rumah saudara TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah saudara DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK, Apartement Pacific Place dan sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.
Dari penggeledahan di kafe, polisi menemukan semua brankas dan menyita uang sekitar Rp60 miliar, rinciannya SGD 3.130.000, USD 889.965 dan Rp259.159.000. Lantai 2 kafe tersebut telah disegel oleh penyidik untuk kepentingan proses penyidikan.
Sementara itu, dalam penggeledahan di Koin Money Changer polisi menyita 71 item barang bukti dan 16 mata uang asing dengan total senilai Rp7,2 miliar. Di lokasi ini, polisi juga telah melakukan penyegelan.
Kemudian, dari penggeledahan rumah di Sentul, polisi menyita emas batangan seberat 74 kg dan uang tunai dengan nilai total diperkirakan senilai Rp476 miliar. Barang bukti tersebut ditemukan dalam sebuah brankas terkunci di rumah tersebut.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar," kata Totok kepada wartawan, Kamis (9/7) dini hari.
Di lokasi tersebut, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan handphone. Selain itu, juga ditemukan foto keluarga dari diduga pemilik rumah tersebut.
(dis/isn)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
22

















































