Jakarta, CNN Indonesia --
Kisah nahas dialami Rizky Mubarrak saat aksinya membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah justru membuat dirinya masuk instalasi gawat darurat (IGD).
Rizky terpaksa menjalani perawatan di IGD RSUD dr Murjani Sampit usai memadamkan api di Kecamatan Baamang, sekitar Semekto. Relawan asal Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu mengalami sesak napas dan kelelahan saat berjibaku dengan api dari satu titik ke titik lain.
"Diduga terpapar asap tebal dan kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran, kondisi Rizky kemudian menurun. Ia mendapat penanganan medis di rumah sakit," kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, seperti dikutip detikcom, Kamis (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizky merupakan anggota kelompok relawan yang selama ini dikenal aktif membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan kebencanaan, bukan hanya ketika musim karhutla.
Kelompok tersebut aktif membantu karhutla di banyak wilayah lain, selama aksesnya bisa dijangkau. Namun, kondisi karhutla di Mentawa Baru Ketapang kini kian meluas dan mengkhawatirkan.
"Karhutla di wilayah Mentawa Baru Ketapang saat ini sudah tidak terkendali. Dari ujung Desa Bapanggang sampai Kelurahan Pasir Putih," ungkap Irpansyah.
Dia mengaku telah mengingatkan agar para relawan, termasuk Rizky tak memaksakan kehendak. Terutama untuk menjangkau api yang jauh dari pemukiman.
Apalagi, kondisi di lapangan tidak mudah. Sejumlah lokasi sulit dijangkau, sementara sumber air terbatas. Bahkan masyarakat di beberapa desa terpaksa melakukan pemadaman secara mandiri karena belum mendapatkan dukungan dari BPBD maupun Damkar.
"Saya katakan kalau yang sudah jauh dari permukiman, biarkan saja karena hemat tenaga. Kita selamatkan dulu diri kita. Kalau sudah mendekati permukiman baru bergerak," katanya.
Dalam sebulan terakhir, kata Irpansyah, upaya pemadaman dilakukan dengan swadaya relawan.
Selama ini, kendala terbesar adalah ketersediaan air dan BBM. Upaya menggerakkan masyarakat melalui RT untuk membantu menyuplai air pun menghadapi kendala. Sebab, banyak warga tidak memiliki kendaraan atau sarana yang memadai untuk mengangkut air ke lokasi kebakaran.
Baru pada Rabu (19/8) misalnya, warga menerima bantuan BBM sebanyak 30 liter dari BPBD Kotawaringin Timur. Namun, jumlah tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional.
"Sementara ini kami sudah kerja hampir satu bulan lebih. Kami Kecamatan Mentawa Baru Ketapang khususnya, itu kami swadaya. Jadi, enggak ada bantuan sama sekali," katanya.
Irpansyah menyebut kondisi Rizky mulai stabil usai menjalani. Menurut Irpansyah berdasarkan pemeriksaan dokter, keluhan yang dialami Rizky berupa sesak napas dan kelelahan.
"Dia memang relawan dari Masjid Jami. Mereka memang relawan dari dulu, sudah lama. Setiap kegiatan apa pun mereka selalu ikut, bukan hanya saat musim karhutla," katanya.
Selengkapnya di sini.
(thr/gil)

4 hours ago
8

















































