Rumah Kades Hoho di Banjarnegara Diteror Molotov, Mobil Terbakar

5 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Rumah Kepala Desa (Kades) Purwasaba, Hoho Alkaf di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, diteror orang tak dikenal menggunakan molotov pada Kamis (23/4) dini hari kemarin.

Pelaku yang sempat tertangkap CCTV itu diduga menggunakan tiner dan bom molotov.

Kades Hoho mengatakan dugaan teror molotov itu terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, sebelum waktu subuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jam 04.00 WIB lewat sedikit, sekitar 04.10 WIB atau 04.15 WIB. Saya sempat lihat CCTV, terus tidak lama kemudian terdengar suara dan api sudah besar," kata Hoho, Kamis kemarin dikutip dari detikJateng.

Hoho mengaku saat peristiwa itu terjadi, dirinya masih terjaga usai begadang bersama beberapa warga di rumahnya. Beberapa saat sebelum kejadian, ia sempat masuk ke kamar anaknya. Tak lama kemudian, api tiba-tiba membesar di area parkir rumahnya.

"Saya lari keluar, api sudah sampai atas, besar sekali. Mobil itu sudah terbakar," ujarnya.

Mobil sedan merek Honda Civic miliknya mengalami kerusakan parah akibat kebakaran karena lemparan molotov.

"Itu mobil Civic Turbo saya, habis terbakar. Tidak bisa dipakai lagi," jelasnya.

Ia menduga mobilnya sempat disiram tiner, lalu dilempar molotov. Selain mobil, lanjut Hoho, bagian rumah seperti langit-langit juga ikut terdampak akibat kobaran api tersebut. Atap garasi itu kini menghitam akibat adanya kebakaran.

"Sepertinya mobil sudah disiram tiner dulu, terus dilempar seperti bom molotov. Jadi apinya langsung besar. Soalnya saya lihat itu mobil sudah berlumur tiner," katanya.

Hoho mengaku sempat mencoba mengejar pelaku, namun dia mengurungkan niatnya karena khawatir dengan kondisi keluarga di dalam rumah.

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV), Hoho mengatakan pelaku diduga seorang diri dan menggunakan sepeda listrik. 

Hoho juga menyebut warga sekitar mengaku sempat melihat seseorang menggunakan sepeda listrik melintas dari arah rumah Hoho. Ia pun menduga aksi teror tersebut bukan dilakukan secara spontan, melainkan sudah direncanakan oleh pelaku.

"Saya lihat orangnya itu naik sepeda listrik. Iya satu orang. Dia lewat samping rumah, lalu kabur ke arah gang," jelasnya.

Adapun api yang membakar mobil hingga langit-langit rumahnya dipadamkan manual menggunakan air seadanya. Proses pemadaman disebut cukup lama karena sampai 20 menit api tak kunjung padam.

"Saya sama istri padamkan pakai air seadanya. Belum ada warga karena [kejadian] pas mau subuh. Habis salat subuh baru pada ke sini," ujarnya.

Hoho kemudian melaporkan dugaan teror tersebut ke Polres Banjarnegara. Petugas kepolisian, termasuk tim Inafis, lalu mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya berharap kepolisian terutama Polres Banjarnegara benar-benar bisa mengusut tuntas," ujarnya.

Hoho juga mengaitkan peristiwa ini dengan penjaringan perangkat desa yang sempat menimbulkan konflik sebelumnya. Ia mengaku bersikukuh menjalankan proses sesuai aturan meski mendapat tekanan.

"Saya kekeh tetap pada aturan. Apapun bentuknya, jangankan perintah dari bupati, bahkan perintah atasnya bupati, kalau itu kewenangan saya, saya nggak wajib nurut," tegasnya.

"Saya kan ngomong, alangkah baiknya kalau upaya hukum itu PTUN, ini kaitannya administrasi. Ngapain audit-audit emangnya ada suap? Buktiin, kalau enggak ada katakan enggak ada," lanjutnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |