Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan sekitar 1.500 hektare sawah di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh masih terendam lumpur tebal.
Hal ini dikatakan Tito saat meninjau wilayah tersebut sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Sabtu (21/2).
Dalam keterangan tertulisnya, Tito mengatakan dibutuhkan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat pemulihan lahan terdampak banjir besar tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya ketebalan lumpur di sejumlah titik mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter, bahkan sebelumnya disebut lebih dalam. Selain itu, terdapat ribuan hektare lahan lain yang terdampak ringan hingga sedang.
Kabupaten Pidie Jaya, kata Tito, merupakan salah satu lumbung pangan daerah dengan total luas pertanian sekitar 8.800 hektare. Karena itu, kerusakan lahan tersebut berpotensi mengurangi produksi padi apabila tidak segera ditangani.
"Karena ini kasihan juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga," kata Tito.
Tito berharap Kementan segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Percepatan rehabilitasi lahan dinilai penting agar sawah yang tertutup lumpur dapat kembali difungsikan sebagai lahan tanam.
"Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera [terhadap kondisi lahan tersebut] untuk bisa kembali produktif," ujar Tito.
(tim/sur)

7 hours ago
10
















































