TNI Periksa 10 Saksi soal Peluru Nyasar di Universitas Negeri Padang

9 hours ago 9

Padang, CNN Indonesia --

Penyelidikan kasus peluru nyasar yang menyebabkan dua orang mengalami luka tembak di kampus Universitas Negeri Padang (UNP) masih dilakukan aparat terkait, termasuk dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Tim Pomdam (Polisi Militer Kodam) Tuanku Imam Bonjol sudah memeriksa 10 orang saksi, namun belum bisa menyimpulkan sumber pasti peluru yang melukai para korban.

Dalam penyelidikan sementara, tim baru berhasil menemukan satu proyektil yang diambil dari tubuh korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol masih terus melakukan penyelidikan berkaitan dengan insiden tersebut. Sekitar sudah 10 orang kita catat dan ambil keterangannya," kata Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq dalam keterangan kepada wartawan di Makodam, Padang, Rabu (3/6).

Dia menerangkan pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan beberapa saat setelah kejadian pada Selasa (2/6) kemarin hingga hari ini.

"Kita lakukan pada saat kejadian dan kita lakukan besoknya. Berasal dari kawan-kawan Nova (korban perempuan) sekitar 3 atau 4 orang, dan ada juga dari personil yang melaksanakan kegiatan pada hari itu," jelasnya.

Taufik yang didampingi Dan Pomdam Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Laksono, mengakui masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam penanganan kasus tersebut. Salah satunya, adalah terkait dugaan sumber senjata yang menyebabkan terjadinya insiden itu.

Proyektil

Adapun terkait dugaan tembakan nyasar tersebut, Taufik mengatakan pihaknya baru menemukan satu proyektil di tubuh korban.

Pihaknya masih mencari dugaan proyektil lain, karena ada dua korban dalam peristiwa peluru nyasar tersebut.

"Sementara ini baru satu proyektil. Apakah ada proyektil lain, karena korbannya dua? Itu yang sedang kita cari. Terus kita kumpulkan fakta di lapangan," kata dia.

"Kejadian yang terkait ini masih banyak pertanyaan-pertanyaan harus dijawab, sehingga pimpinan sudah menyampaikan ayo segera cari data fakta. Apalagi di waktu yang bersamaan ada kegiatan latihan menembak. Kami mohon kesabaran dari teman-teman media, beri kami waktu untuk lebih dalam melaksanakan penyelidikan," imbuhnya.

(ned/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |