Makassar, CNN Indonesia --
Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, buka suara soal keterlibatan TNI dalam proses Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Rabu (12/8).
Sebelumnya beredar video atau foto keberadaan perwira TNI memberikan materi dalam pelaksanaan PKKMB di FIB Unhas itu. Salah satunya diunggah akun Instagram BEM FIB Unhas lewat fitur story. Pada salah satu unggahan storynya pada Kamis (13/8), BEM FIB juga menampilkan informasi awal lini kegiatan atau rundown yang diserahkan pihak panitia PKKMB untuk mengimbangi pernyataan pihak kampus.
Terpisah, melalui keterangan tertulis, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menyebut kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dalam rangkaian PKKMB FIB merupakan agenda yang telah dikomunikasikan sebelumnya kepada pimpinan fakultas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ishaq menjelaskan, bahwa setiap tahun pihaknya mengundang unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam pelaksanaan PKKMB. Pangdam XIV/Hasanuddin awalnya dijadwalkan hadir pada 11 Agustus untuk memberikan materi mengenai jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara.
"Namun, karena adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, kehadiran Pangdam ditunda hingga 12 Agustus 2026," klaim Ishaq dalam keterangan tertulis, Kamis.
Pada saat itu, kata Ishaq, rangkaian PKKMB Unhas telah memasuki tingkat fakultas. FIB kemudian dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua di Unhas serta melaksanakan PKKMB di GOR JK Arenatorium yang dinilai memungkinkan untuk menampung Pangdam beserta rombongan.
"Rencana kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin telah dikomunikasikan kepada pimpinan FIB. Jadi, narasi yang menyebutkan bahwa panitia PKKMB FIB tidak mengetahui kedatangan Pangdam adalah disinformasi," jelasnya.
Pihak Unhas juga membantah adanya intervensi TNI terhadap pelaksanaan PKKMB. Menurut pihak kampus, kegiatan bersama Pangdam berlangsung sekitar satu jam dalam kondisi tertib, aman, dan lancar.
"Mayjen Bangun Nawoko membawakan materi yang memotivasi mahasiswa dengan gaya patriotik dan penuh semangat. Juga dibuka ruang dialog dan diskusi. Sama sekali tidak ada tindakan bentakan maupun kekerasan verbal kepada mahasiswa baru. Materi dan dialog berakhir pukul 17.10 WITA," ungkapnya.
Selain isu, Unhas turut membantah informasi yang menyebut ada kekerasan verbal hingga banyak mahasiswa baru pingsan selama kegiatan berlangsung. Dia menyebut informasi tersebut sebagai pemelintiran informasi hingga disinformasi yang dapat mendiskreditkan kampus tersebut dan TNI.
"Sama sekali tidak ada tindakan bentakan maupun kekerasan verbal kepada mahasiswa baru," kata
Pihak kampus mengakui terdapat mahasiswa yang mengalami kondisi kurang sehat. Namun, hal tersebut disebut berkaitan dengan kondisi fisik peserta setelah mengikuti kegiatan PKKMB sejak pukul 08.00 WITA.
"Memang ada mahasiswa yang kurang sehat karena kondisi yang kurang fit, mengingat kegiatan PKKMB fakultas dimulai sejak pukul 08.00 pagi," katanya.
Unhas juga membantah narasi yang menyebut pintu GOR ditutup dan dijaga aparat saat Pangdam datang.
Menurut Ishaq, Pangdam memang datang bersama sejumlah personel pengamanan. Namun, keberadaan personel tersebut disebut merupakan bagian dari prosedur pengamanan melekat bagi seorang pejabat militer.
"Dari pengalaman selama ini, kunjungan Pangdam XIV sebagai petinggi militer di daerah selalu didampingi oleh personel pengamanan," tuturnya.
Unhas menegaskan personel TNI yang mendampingi Pangdam tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PKKMB. Kampus juga secara resmi membantah anggapan bahwa kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin dalam PKKMB FIB pada 12 Agustus 2026 merupakan bentuk militerisme di lingkungan kampus.
Unhas meminta masyarakat, khususnya pengguna media sosial, tidak menyebarkan informasi yang dinilai telah dipelintir sehingga berpotensi mendiskreditkan kedua institusi.
"Kami mengimbau agar pihak-pihak yang memelintir informasi, mendiskreditkan Unhas dan TNI, serta berusaha memecah belah kedua institusi ini agar segera menghentikan tindakannya," katanya.
Penjelasan TNI
Kepala penerangan Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Arm Andi Akbar angkat bicara soal beredarnya informasi dugaan tindakan bentakan maupun kekerasan verbal oleh personel TNI terhadap mahasiswa baru saat pelaksanaan PKKMB FIB Unhas di Gedung Olahraga JK Arenatorium, Rabu tengah pekan ini.
Dia dengan tegas narasi-narasi yang beredar mengiringi kehadiran TNI dalam PKKMB di FIB unhas itu adalah hoaks.
"Terkait berbagai narasi yang beredar dan menyebut adanya intervensi TNI, militerisme, maupun bentuk tekanan terhadap mahasiswa, informasi tersebut tidak benar atau hoaks," kata Kolonel Andi Akbar dalam keterangannya, Kamis.
Menurut Andi Akbar PKKMB merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Unhas dengan menghadirkan beberapa narasumber dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Dia pun menegaskan kehadiran Pangdam Hasanudin di lokasi itu juga karena diundang secara resmi oleh Unhas.
"Kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin dalam pelaksanaan PKKMB FIB merupakan bagian dari undangan resmi Unhas dalam rangka memberikan kuliah umum dengan materi wawasan kebangsaan dan bela negara kepada mahasiswa baru," ungkapnya.
Atas dasar itu, Kapendam pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video maupun narasi yang beredar di media sosial tanpa memahami konteks kegiatan secara utuh.
"TNI menghormati lingkungan akademik/kampus sebagai pusat peradaban," kata Andi Akbar.
Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com masih berupaya mendapatkan keterangan dari pihak mahasiswa, terutama BEM FIB Unhas.
(mir/kid)

4 hours ago
9

















































