DPR Minta Penggabungan BMKG-Badan Geologi Dikaji Dulu

6 hours ago 9

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan pihaknya meminta Presiden RI Prabowo Subianto mengkaji dulu arahan menggabungkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Geologi, karena selama ini penugasan dan tugas dua lembaga itu berbeda-beda.

Hal itu disampaikan Puan dalam konferensi pers bersama para pimpinan DPR lainnya yakni Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa, dan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Samsurijal di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/9).

"Kami meminta itu untuk dikaji dulu apakah itu diperlukan, karena penugasannya dan tugasnya itu berbeda-beda," kata Puan dalam konferensi pers pimpinan DPR tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut. Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat," katanya.

Kemudian salah satu wartawan bertanya soal usul agar anggaran terkait kebencanaan ditambah, dia menjawab, "Alokasi anggaran selama itu memang bermanfaat, bagi kami tidak apa-apa. Namun, harus manfaatnya harus lebih baik daripada sebelumnya."

Sebelumnya usul menggabungkan BMKG dan Badan Geologi menjadi arahan Prabowo dalam Rapat Virtual terbatas bersama kementerian/lembaga terkait penanggulangan rentetan bencana yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia, Senin (7/9).

Beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah Indonesia--terutama Sumatra dan Kalimantan--diterpa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Lalu ada juga penanggulangan gempa besar di Nusa Tenggara Timur (NTT), dan erupsi gunung api, termasuk Anak Krakatau di Selat Sunda.

"Kepala badan geologi nanti saya kira akan kerja sama lebih erat dengan yang lain, nanti kita pikirkan apakah badan geologi diintegrasikan dengan BMKG tapi ya nanti kita bahas itu," ujar Prabowo pada rapat virtual terbatas, Senin (7/9).

Sekilas tentang Badan Geologi dan BMKG

Badan Geologi saat ini berada di bawah koordinasi Kementerian ESDM. Walaupun dipimpin Kepala Badan, lembaga itu bertanggung jawab ke presiden melalui Menteri ESDM.

Mengutip dari laman resmi Kementerian ESDM, "Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian, penyelidikan, dan pelayanan di bidang sumber daya geologi, vulkanologi dan mitigasi bencana geologi, air tanah, dan geologi lingkungan, serta survei geologi."

Di bawah Badan Geologi di antaranya ada Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi; Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi; Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan; dan Pusat Survei Geologi.

Sementara itu BMKG berada di bawah presiden, sehingga bertanggung jawab langsung ke kepala pemerintahan cum kepala negara RI tersebut.

Mengutip dari laman resminya, "BMKG melaksanakan perumusan, penetapan dan pelaksanaan kebijakan nasional, umum, dan teknis di bidang pengamatan, pengelolaan data, pelayanan, sarana dan prasarana meteorologi, klimatologi, geofisika, serta modifikasi cuaca."

BMKG bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penyelenggaraan meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

Dalam sejarahnya, lembaga yang juga memantau kegempaan dan tsunami di Indonesia ini semula pernah berada di bawah Departemen (Kementerian) Perhubungan (Dephub). Dari mulai Lembaga Meteorologi dan Geofisika, Pusat Meteorologi dan Geofisika, Direktorat Meteorologi dan Geofisika. Pada 1980, statusnya naik dipimpin eselon I Dephub, serta berubah jadi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG).

Kemudian pada 2002, struktur organisasinya diubah jadi lembaga pemerintah nondepartemen (LPND) lewat Keppres RI 46 dan 48 Tahun 2002.

Lalu pada 2008, lewat Perpres 61/2008, BMG berganti nama menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan status tetap sebagai Lembaga Pemerintah Nondepartemen.

Merespons arahan Prabowo, BMKG menyatakan akan siap mengikuti arahan presiden.

"Untuk penggabungan itu BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presiden ya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana," kata Sekretaris Utama BMKG, Guswanto di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa kemarin.

Ia mengatakan BMKG dan Badan Geologi selama ini merupakan mitra strategis yang salah satu misinya menyelamatkan masyarakat dari risiko ancaman bencana geofisika.

Menurutnya, kedua badan selama ini saling melengkapi dalam rantai informasi ancaman bencana terkait bencana kebumian, khususnya kegempaan, gunung api dan tsunami.

"Kami juga memastikan kepada publik bahwa fungsi pemantauan, analisis dan penyebaran informasi ancaman bencana berjalan operasional dan akan terus diperkuat oleh arahan Bapak Presiden," katanya.

(yoa/kid)

Read Entire Article
Kasus | | | |