Update Erupsi Anak Krakatau: 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

10 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di berbagai wilayah mulai menunjukkan perkembangan positif pada Selasa (8/9 kemarin.

Kondisi tersebut membuat sejumlah aktivitas yang sebelumnya terganggu mulai berangsur normal. Termasuk, operasional di beberapa bandara yang sempat terdampak abu vulkanik.

CNNIndonesia.com telah merangkum update terbaru terkait dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut, sebagai berikut

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erupsi saat penerbangan dibuka

Badan Geologi memcatat terjadi delapan kali erupsi Gunung Anak Krakatau, pada Selasa (8/9). Ini bertepatan dengan pembukaan operasional sejumlah bandara uanh sebelumnya sempat ditutup imbas erupsi.

Namun, Kepala Badan Geologi, Lana Saria mengatakan rentetan erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi hari ini sebaran abunya tidak melebihi tiga kilometer.


"Kita apa namanya hari ini kita melihat gitu ya ada sebanyak 8 kali gitu ya, tetapi ini dalam rentan yang sangat pendek begitu ya, pendek dan hanya 10 sampai 15 detik. Jadi tidak ada penyebaran (abu vulkanik), penyebarannya hanya di sekitar gunung saja," kata dia saat diwawancarai wartawan, Selasa.

"[Radius erupsi] Tidak melebihi 3 kilometer. Jadi memang kita masih menetapkan radius aman untuk tidak dimasuki sejauh 3 kilometer dari aktivitas, dari pusat aktivitas," imbuhnya.

Lana menuturkan, saat ini Gunung Anak Krakatau masih dalam level III dan dinyatakan statusnya "Siaga".

Dia menerangkan saat ini terpantau Gunung Anak Krakatau tengah memasuki fase Strombolian yang sesuai dengan karakter gunung tersebut.

"Di mana di dalam fase ini terjadi erupsi dalam amplitudo yang tidak terlalu luas, tidak terlalu panjang, dan juga durasi waktu hanya beberapa detik," ujarnya.

Sebaran abu vulkanik

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati mulai menjauhi puncak gunung dan bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup Samudera Hindia Barat dan Laut Banten pada Selasa.

Dalam unggahan di akun Instagram Pemerintah Provinsi DKI Jakarta @dkijakarta, disampaikan soal hasil analisis pantauan satelit berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin dan analisis citra RGB Himawari-9.

Hasil analisis dan pantauan itu enyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dari permukaan hingga ketinggian 6.000 ft. Teramati abu vulkanik bergerak ke arah selatan-barat daya dan bergerak menjauhi puncak Gunung Anak Krakatau.

"Hasil pantauan BMKG menunjukkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia menuju Samudera Hindia," tulis akun Instagram @dkijakarta.

Mengutip dari Instagram resmi @infobmkg, pantauan cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda juga terbilang cerah dan berawan dari pagi hingga malam hari.

Namun, sisa sebaran abu vulkanik masih bertebaran di udara. Sisa sebaran abu vulkanik tersebut dapat menurunkan kualitas jarak pandang hingga mengganggu aktivitas penerbangan pada ketinggian tertentu

PJJ di Jakarta berakhir

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyetop metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sebelumnya diterapkan karena ancaman risiko abu vulkanik Anak Krakatau.

Per Rabu (9/9), di wilayah DKI Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada Rabu (9/9) seiring kondisi sebaran abu vulkanik yang mulai berkurang. Meskipun demikian, masing-masing sekolah tetap memberikan imbauan agar siswa-siswi tetap beraktivitas menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Dinas Pendidikan DKI pun mengimbau semua pihak di sekolah membatasi aktivitas di luar ruangan.

Sebelumnya, pembelajaran jarak jauh digelar sejak Senin hingga Selasa imbas abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di wilayah Jakarta.

Kemudian, menutup pintu dan jendela satuan pendidikan dengan rapat agar abu tidak masuk ruangan dan membersihkan abu dengan cara membasahinya terlebih dahulu atau menggunakan kain lembab.

"Dengan berkurangnya abu vulkanik di wilayah Provinsi DKI Jakarta serta dalam rangka mengoptimalkan capaian belajar dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan, kegiatan belajar mengajar secara Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan DKI Jakarta akan kembali dilaksanakan mulai Rabu, 9 September 2026," dikutip dari Instagram resmi Dinas Pendidikan, Selasa (8/9).

Lima jurnalis hilang kontak

Lima jurnalis dan awak kapal yang membawa mereka berlayar di Selat Sunda untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dari titik terdekat yang aman dilaporkan hilang kontak.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad menjelaskan r ombongan awalnya berlayar ke Selat Sunda dari perairan Banten pada Senin (7/9) siang.

"Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Al Amrad dalam keterangan yang dikutip detikcom, Selasa.

Sebelum dinyatakan hilang, salah satu jurnalis dalam rombongan tersebut sempat menjalin komunikasi dengan rekan seprofesinya yang berada di Lampung. Dalam komunikasi terakhir itu, jurnalis tersebut sempat membagikan titik lokasi (share location) keberadaan kapal.

"Komunikasi terakhir korban dengan jurnalis Lampung atas nama Abay bahwa pada pukul 14.42 (7/9) mengirim share location terakhir dan pada pukul 15.04 terjadi hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan," tutur Amrad.

Berdasarkan pemutakhiran data dari pihak Basarnas pada Selasa (8/9) malam pukul 19.40 WIB, rombongan yang berangkat menuju Selat Sunda menggunakan kapal tersebut dipastikan berjumlah tujuh orang.

Mereka yakni pewarta foto LKBN Antara, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Pencarian lima jurrnalis dilanjutkan hari ini

Proses pencarian oleh tim SAR Gabungan pada Selasa kemarin dihentikan sementara. Tim bakal kembali melanjutkan proses pencarian pada Rabu (9/9) hari ini.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai Selasa petang pukul 18.15 WIB, tim yang bertugas menjangkau sampai Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.

Dia mengatakan pada pencarian hari ini pihaknya mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.

"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata Al Amrad kepada wartawan, dikutip dari Antara.

(dis/kid)

Read Entire Article
Kasus | | | |