Duduk Perkara Warga Protes Suara Bising Lapangan Padel di Cilandak

18 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Polemik suara bising dari lapangan padel yang dirasakan oleh masyarakat sekitar menghebohkan publik beberapa waktu terakhir.

Naufal (27), warga yang tinggal di Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, mengaku sangat terganggu dengan suara bising dari lapangan padel yang ada di sebelah rumahnya. Ia juga mengaku sudah berkali-kali melaporkan keluhan itu lewat aplikasi JAKI.

"Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu," ujar Naufal dikutip dari detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi karena banyaknya laporan-laporan yang sudah kita lakuin, dan sudah sempat ketemu juga sama pihak pengelola tanggal 31 Januari, tapi hasil mediasinya tidak membuahkan hasil lagi gitu," imbuhnya.

Naufal menjelaskan kebisingan dari lapangan padel itu bermula dari proses pembangunan hingga suara-suara pemain. Menurutnya suara bising itu kerap terdengar mulai pagi hingga larut malam.

"Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka komit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main," ungkapnya.

Ia mengatakan di lingkungan sekitar lapangan padel itu ada tiga rumah yang diisi oleh orang tua, adik, hingga neneknya yang berusia 90 tahun. Kemudian, ada juga tetangganya yang baru saja melahirkan anak.

"Semuanya yang tinggal di sini ngeluh. Enggak fokus salat, enggak fokus siap-siap, mau mandi saja enggak fokus gitu. Mau siap-siap ke kantor enggak fokus, mau ngumpulin energi buat besoknya mau kerja juga enggak fokus. Sama stres, jadi gampang marah juga," jelasnya.

Sementara itu, pengelola lapangan padel buka suara usai heboh kritikan soal kebisingan di media sosial. Mereka mengaku berjanji akan segera memasang peredam suara untuk mengurangi kebisingan.

Perwakilan PT Kreasi Arena Indonesia, Fourthwall, Fajar Ediputra mengatakan jam operasional selama puasa mulai buka dari 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, yang sebelumnya dimulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.

"Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami," tuturnya.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar," imbuhnya.

Lebih lanjut, Naufal berharap kondisi lingkungan rumahnya kembali tenang. Ia juga meminta segera adanya solusi terkait persoalan tersebut.

"Aku mengharapkan suasana sebelumnya yang tenang di rumah kami kembali seperti sedia kala. Tanpa adanya terdengar suara teriakan dari orang yang bermain padel dan suara bunyi raket memukul bola," ujarnya.

"Entah caranya dengan penutupan operasional ataupun soundproofing dari sisi padel yang efektif itu yang sedang kami usahakan bersama pihak pemerintah, pengelola padel dan keluarga yang terdampak," lanjutnya.

Meski begitu, Naufal mengaku tetap menghargai hasil mediasi tersebut. Berdasarkan informasi yang diperolehnya, pihak pengelola akan menghentikan sementara operasional lapangan padel selama Ramadan.

"Kami menghargai perkembangan terbaru hari ini di mana pihak pengelola lapangan padel dan Pak Lurah sudah mengonfirmasi bahwa operasional akan dihentikan sementara selama bulan Ramadan," ujarnya.

Respons Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyoroti polemik warga mengeluhkan suara bising dari lapangan padel di Cilandak. Pramono meminta lapangan tersebut diawasi dan dia siap mengambil langkah tegas.

"Jadi secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini," ujar Pramono kepada wartawan di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

Dia mengatakan pada pekan depan, akan diputuskan terkait nasib lapangan padel. Dia mengatakan lapangan itu tidak disetujui warga juga tak memiliki izin lengkap.

"Besok hari Senin atau Selasa kami akan segera memutuskan bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum. Dan kemudian tidak mendapatkan persetujuan warga setempat dan kemudian juga izinnya tidak lengkap. Maka pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas," katanya.

Lengkapnya baca di sini.

(tfq/har)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Kasus | | | |