Jakarta, CNN Indonesia --
Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng) sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, kini diperluas fungsinya sebagai tempat pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk). Melalui layanan ini, warga Jateng dari berbagai daerah bisa mengurus beragam dokumen kependudukan secara lebih mudah, cepat, juga untuk lintas domisili.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyampaikan, pelayanan publik di Kantor Gubernur yang disebut sebagai Rumah Rakyat Jateng akan terus dikembangkan untuk mempermudah masyarakat. Hal ini disampaikan saat Lutfi meninjau pelayanan sambil menyapa warga yang memanfaatkan layanan, Rabu (8/7).
"Berbagai permasalahan masyarakat kita layani di sini, termasuk membuka akses pelayanan KTP. Masyarakat senang datang ke sini dan ke depan akan terus kita kembangkan," kata Luthfi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pelayanan administrasi kependudukan di Rumah Rakyat Jateng telah berjalan selama tiga bulan, yang dilaksanakan rutin setiap Selasa-Rabu pada minggu pertama setiap bulan.
Layanan yang diberikan meliputi perekaman KTP elektronik bagi pemula, penggantian KTP rusak atau hilang, pembaruan foto KTP, hingga pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). Seluruh layanan tersebut dapat diakses masyarakat dari berbagai daerah yang sedang berada di Semarang.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Nur Kholis mengatakan, pelayanan ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan administrasi yang sederhana tanpa harus kembali ke daerah asal.
Dalam sehari, layanan tersebut rata-rata melayani sekitar 150 warga. Antusiasme warga menyambut kehadiran layanan ini mendorong pemerintah mempertimbangkan menambah frekuensi pelayanan, termasuk peluang membuka layanan serupa di daerah lain.
"Rencananya kami akan membuka Rumah Rakyat di tempat lain, seperti Surakarta. Namun kami masih melihat perkembangan dan kemampuan (sumber daya manusia) yang ada," katanya.
Seorang warga asal Kabupaten Kendal, Vita Marisa, mengaku mengetahui kehadiran layanan dari Dinas Dukcapil Kabupaten Kendal saat hendak memperbaiki data tempat lahir pada dokumen kependudukan.
"Lebih cepat mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan juga," katanya.
Ia berharap pelayanan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin sehingga masyarakat memiliki alternatif dalam mengurus dokumen kependudukan. Harapan serupa turut disampaikan warga Kota Semarang, Siti Istiani yang memperbarui foto KTP.
"Alhamdulillah gratis," ujar Siti Istiani.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
4

















































