Jakarta, CNN Indonesia --
TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengirim Kapal ADRI XC II BM membawa logistik ke daerah terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8).
Kapal ADRI XC II BM merupakan kapal rumah sakit TNI AD yang dilengkapi kamar operasi dan berbagai peralatan medis.
Kapal tersebut diberangkatkan bersama personel kesehatan dan bantuan logistik untuk mendukung penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa di wilayah NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan penanganan masyarakat terdampak gempa membutuhkan dukungan berkelanjutan dan tidak cukup dilakukan melalui satu kali pengiriman bantuan.
Ia mengatakan TNI AD akan terus mengevaluasi kondisi di wilayah terdampak hingga dua-tiga bulan ke depan dan menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, penanganan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan agar penderitaan masyarakat tidak berlarut setelah bantuan awal diberikan.
"Kita harus punya napas panjang. Kalau hanya one hit kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan. Kita akan terus melakukan evaluasi dua-tiga bulan ke depan dan berpikir lagi apa yang diperlukan di wilayah bencana NTT," kata Maruli dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).
Sebagai kapal rumah sakit, kapal ADRI XC II BM dapat memberikan layanan kesehatan berupa pemeriksaan dan tindakan medis, termasuk operasi bagi pasien yang membutuhkan, serta mendukung evakuasi medis apabila diperlukan.
Selain pelayanan kesehatan, TNI AD juga akan memprioritaskan penyediaan sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Bantuan yang turut diberangkatkan meliputi dua unit ambulans, 50 drum BBM Pertalite dan 35 drum Solar, 30 set tenda SG Type 1, 900 set velbed, 100 unit tandon air berkapasitas 1.200 liter, tiga unit truk, serta berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Bantuan tersebut antara lain 20 ton beras, 163 koli bekal ransum TNI, 5.000 boks Naraga, 1.000 karton air mineral, 1.000 botol minyak goreng, mi instan, susu, bubur bayi, pembalut wanita, pampers, pakaian layak pakai, serta kebutuhan pendukung lainnya.
Sementara itu, TNI AL telah memobilisasi 5 unsur Kapal Republik Indonesia (KRI), 2 helikopter serta ratusan prajurit guna mempercepat evakuasi dan pendistribusian logistik di NTT.
Hingga saat ini TNI AL mengerahkan sejumlah unsur KRI untuk memastikan jalur pasokan bantuan lintas pulau tetap lancar.
Dimana KRI dr. Soeharso-990 bergerak menuju Reo Manggarai mengangkut 217 personel Korps Marinir dan tim Puskesal, alat berat (Dozer, Excavator, Dump Truck, Truk Tanki Air), tenda rumah sakit lapangan, serta puluhan ton bantuan.
KRI HIU-634 menuju P. Riung untuk menyalurkan bantuan hasil sinergi dengan Bank Indonesia, Moro Saka AAL 42 dan Persatuan Bedah Indonesia, sedangkan KRI Bung Hatta-370 siaga di Dermaga Reo Manggarai untuk mendukung tumpuan logistik kawasan.
Sedangkan KRI Teluk Parigi-539 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 melaksanakan pergerakan lintas laut (Surabaya-Jakarta) dan embarkasi belasan truk BNPB serta 22 ton bahan kontak untuk tahap penyaluran selanjutnya.
Dari unsur udara, Puspenerbal memaksimalkan penerbangan pendorongan logistik (Dorlog) menggunakan helikopter Bell 412 HU-4206 serta HU-4205 yang telah mendistribusikan 400 kg bahan pangan pokok pada rute Labuan Bajo - Ende - Reo - Labuan Bajo.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi di NTT berjumlah 71 orang meninggal dunia.
(yoa/wis)

8 hours ago
11

















































