Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi II DPR dan pemerintah menyepakati untuk memulihkan 29 desa yang hilang akibat banjir dan longsor di Sumatra pada akhir November 2025 lalu.
Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemendagri hingga Kementerian ATR/BPN membahas hal itu. Kedua pihak, kata Rifqi, antara lain menyepakati untuk kembali membangun infrastruktur desa di lokasi tersebut.
"Sepanjang lahan lahan tersebut masih jadi titik moderat untuk ditempati kembali oleh desa-desa itu, maka desa itu akan ditetapkan di tempat yang sama," kata Rifqi saat dihubungi, Selasa (23/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rifqi mengatakan pihaknya kini tengah menginventarisir data dan peta puluhan desa yang hilang tersebut. Nantinya, hasil inventarisir akan dicocokkan dengan kondisi lapangan.
Menurut dia, pemerintahan nantinya tinggal membangun infrastruktur agar lokasi tersebut kembali bisa ditempati.
"Tentu ada pembenahan sisi infrastruktur yang diperlukan melalui Satgas Penanganan Pasca Bencana yang dipimpin Prof Dasco di DPR, langkah-langkah penanganan fisik dan kebutuhan pemulihan pemerintahan telah dilakukan," ujarnya.
Rifqi menambahkan, pemerintah dan DPR juga akan memberikan hak kepemilikan tanah kepada warga, baik berupa rumah atau lahan pertanian. Menurut dia, langkah itu penting untuk memberikan kepastian hukum.
"Termasuk segera memberikan atas hak kepada masyarakat di desa itu, terkait kepemilikan tanah mereka apakah yang dulu ditempati untuk rumah dan sawah dan seterusnya," ujarnya.
Kepala Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra dari unsur pemerintah, Tito Karnavian menyatakan sebanyak 29 desa dan kampung hilang atau lenyap akibat banjir dan longsor di Sumatra pada akhir November 2025 lalu.
Tito mengatakan, jumlah desa atau kampung yang hilang terbanyak berada di Aceh mencapai 21, dan tersebar di empat kabupaten, yakni Aceh Tamiang, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Sedangkan, sisanya berada di Sumatera Utara sebanyak delapan desa yang tersebar di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.
"Jadi ada desa yang hilang 29 karena terbawa longsor. Atau terendam banjir," ujar Tito dalam rapat dengan Satgas Pemulihan DPR di kompleks parlemen, Rabu (18/2).
(thr/dal)

10 hours ago
10















































