Makassar, CNN Indonesia --
Peristiwa kematian Adrian Rantung, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesial (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) terungkap setelah korban tidak datang menjalani tugas jaga di RS Prof Dr RD Kandou Manado, Sulawesi Utara.
Adrian ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya pada Minggu (5/7) kemarin, ketika sejumlah rekannya mencari keberadaan korban yang tidak kunjung datang ke rumah sakit untuk menjalankan tugas jaga.
Berdasarkan informasi korban merupakan peserta Program Pendidikan Spesialis (PPS) semester awal dan diduga mengalami perundungan atau bully. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui penyebab kematian Adrian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tengah melakukan proses investigasi penyebab kematian Adrian Rantung.
"Ini sementara diinvestigasi," kata Kepala Humas Unsrat, Max Rembang kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).
Pihak Unsrat saat ini tengah melakukan pertemuan dengan pihak RS Prof Kandouw Manado untuk mengetahui pasti penyebab kematian korban.
Unsrat, kata Max, belum menerima informasi yang akurat mengenai kronologi maupun penyebab kematian dokter peserta PPS tersebut.
"Jadi, belum ada informasi secara akurat tentang kasus itu. Karena, rektor dengan pihak pimpinan rumah sakit di jam ini sementara meeting," ungkapnya.
Pihak kepolisian hingga saat ini belum menerima laporan terkait kematian peserta Program Pendidikan Spesialis (PPS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran, Adrian Rantung yang diduga akibat perundungan atau bully.
"Untuk saat ini kami masih menunggu laporan polisi, karena dari pihak keluarga dari mulai kejadian sampai saat ini tidak ada membuat laporan secara resmi," kata Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Elwin Kristanto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).
Menurut Elwin pihaknya belum melakukan tindakan penyelidikan terkait kasus tersebut hingga pihak keluarga membuat laporan resmi ke Polresta Manado.
"Jadi, kita belum bisa berbuat apa-apa, kemudian jenazah korban sudah dibawa ke Morowali," ungkapnya.
Menurut Elwin, apabila keluarga nantinya membuat laporan resmi, polisi akan menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan sesuai prosedur.
"Kami akan melakukan penyelidikan apabila ada laporan. Namun sampai saat ini kami masih menunggu karena belum ada laporan resmi dari keluarga," katanya.
(mir/isn)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
8

















































